Pengendalian Hama Tanaman Jagung

Pengendalian Hama Tanaman Jagung – Dalam ilmu Agroteknologi Tanaman jagung merupakan salah satu tanaman yang banyak dibudidayakan karena jagung dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan mulai dari kebutuhan pangan maupun pakan hewan ternak. Meskipun begitu, tanaman jagung rentan akan serangan berbagai hama dan penyakit yang dapat menurunkan kualitas maupun kuantitas dari hasil tanaman jagung.

Oleh karena itu, sebelum melakukan budidaya tanaman jagung, Anda harus mengetahui beberapa hama dan penyakit yang sering menyerang tanaman jagung dan bagaimana cara pengendaliannya.

  • Menggunakan tanaman jagung varietas unggul

Untuk pengendalian hama, sebenarnya paling baik jika digunakan varietas benih yang unggul dan tahan terhadap berbagai hama dan penyakit, sehingga tidak perlu lagi melakukan berbagai pengendalian secara kimiawi maupun fisik. Namun, benih unggul dengan kriteria tersebut sulit ditemukan, Salah satu diantaranya adalah benih jagung varietas Pioneer-8, NK-11 atau Kenia-1 yang memiliki ketahanan terhadap hama jenis Helminthosporium turcicum yang dapat menyebabkan penyakit bercak daun dengan ciri-ciri munculnya bercak cokelat kelabu pada permukaan daun tanaman jagung.

  • Pemberian perlakuan terhadap biji

Pada beberapa jenis hama, Anda dapat melakukan pengendalian secara preventif dengan melakukan seeds treatment dengan menggunakan bahan aktif metalaksil (2,5 g/kg) pada benih Anda. Metode ini dapat digunakan untuk mengendalikan cendawan jenis P. maydis yang dapat menyebabkan penyakit bulai. Gejala penyakit ini adalah tanaman jagung tumbuh kerdil, tidak berbuah, daun berklorosis sebagian maupun seluruhknya hingga menyebabkan kematian tanaman jagung Anda.

Selain itu, metode ini juga dapat digunakan untuk mencegah serangan hama lalat bibit. Pada hama jenis ini, seeds treatment dapat dilakukan melalui tanah pada waktu tanam atau pada kuncup daun tanaman jagung yang sudah berumur satu minggu dengan dosis 0.24 kg b.a/ha.

  • Melakukan penanaman secara serentak

Penanaman serentak disertai dengan penggenangan dapat dilakukan untuk membasmi hama ngengat Agrotis ipsilon yang dapat meletakan telur yang akan tumbuh menjadi larva dan mampu menyerang tanaman jagung Anda baik pada siang hari maupun malam hari.

Apabila hama yang menyerang tanaman jagung Anda adalah hama jenis wereng jagung, maka dapat dilakukan penanaman secara serentak pada akhir musim hujan. Gejala dari serangan hama jenis ini adalah munculnya bercak bergaris kuning pendek terputus-putus pada daun maupun pelepah daun tanaman Anda. Tanaman jagung juga terlihat kerdil dan layu.

  • Pergiliran tanaman

Pergiliran tanaman jagung dengan tanaman lain yang bukan merupakan famili tanaman jagung maupun tanaman yang merupakan inang dari hama tersebut juga bisa menjadi salah satu pengendalian hama yang efektif, contohnya untuk hama jenis lundi.

  • Pengolahan lahan secara maksimal

Hama kumbang yang seringkali muncul setelah hujan lebat sangat menyukai tempat yang lembab. Hama ini akan meletakan telur di dalam tanah. Larva akan tumbuh 10 -11 hari kemudian dan menyerang tanaman jagung Anda, menyebabkan tanaman tersebut layu, rebah hingga mati. Oleh karena itu, pengolahan tanah secara baik dapat mengendalikan hama ini, mencegah larva kumbang tumbuh dan berkembang di pekarangan Anda.

  • Pengendalian secara hayati

Pengendalian secara hayati atau biologis dapat dilakukan dengan menggunakan musuh alami dari hama yang menyerang tanaman jagung Anda. Salah satu contohnya adalah hama jenis Rhizoctonia solani yang dapat menimbulkan bercak melebar pada daun, serta berubahnya warna pelepah daun menjadi merah kelabu. Untuk mengendalikan hama jenis ini, dapat digunakan cendawan yang merupakan antagonis atau musuh alami Rhizoctonia solani, yaitu Trichoderma viride.

  • Pengendalian secara kimiawi dengan insektisida, herbisida dan nematisida

Jika tanaman jagung Anda sudah terserang hama secara parah, maka mau tidak mau Anda harus menggunakan pengendalian secara kimiawi. Pengendalian jenis ini relatif mudah dan kemungkinan besar berhasil, tapi efek sampingnya adalah mungkinnya tertinggal residu kimiawi pada jagung Anda yang tentunya akan berbahaya ketika dikonsumsi atau kemungkinan lain adalah resistensi atau kekebalan dari hama tersebut apabila Anda terlalu sering menggunakan bahan-bahan kimiawi dalam membasmi hama.

Salah satu contoh insektisida yang dapat digunakan adalah Carbofuran 3% yang dapat diberikan pada pucuk tanaman sebanyak 2-3 gram untuk tiap tanaman. Insektisida jenis ini dapat mengusir hama penggerek batang yang dapat menyebabkan patahnya batang hingga kematian tanaman jagung. Selain itu, insektisida jenis ini juga dapat membasmi ular grayak yang dapat menghambat pertumbuhan tanaman jagung karena memakan daun hingga hanya tersisa tulang daun saja yang menyebabkan terganggunya fotosintesis tanaman.

Fungisida dapat digunakan untuk pengendalian hama jenis Fusarium sp. atau Diplodia sp. yang dapat menyebabkan penyakit busuk batang atau busuk tongkol. Gejala dari penyakit ini adalah busuknya pangkal batang jagung, serta daun tanaman jagung yang menjadi layu dan mengering. Tanda-tanda lain adalah busuknya bagian tongkol tanaman jagung. Namun, gejala ini tidak selalu muncul.

Itu dia beberapa cara yang dapat Anda lakukan sebagai pengendalian hama tanaman jagung . Oleh karena itu, Anda tidak perlu khawatir apabila tanaman jagung Anda menunjukan gejala-gejala terserang hama, melainkan Anda harus segera mengatasinya dengan cara-cara diatas.