Langkah Hindari Osteoarthritis, Penyakit Sendi yang Serang Umur Produktif

Dokterkamu.Com – Osteoarthritis adalah keadaan dimana sendi berasa ngilu karena inflamasi mudah yang muncul sebab gesekan ujung-ujung tulang penyusun sendi.

Menurut dr. Deasy Erika, Sp. KFR, dokter spesialis Kedokteran Fisik serta Rehabilitasi, semua sendi didapati bisa terserang osteoarthritis. Tetapi yang seringkali ialah lutut, punggung, leher, pundak, siku, tangan, serta telapak kaki.

Gejalanya salah satunya sakit lutut, kaku pada pagi hari kurang dari 30 menit, tetapi sesudah digerak-gerakkan lentur kembali, abuh yang membuat tulang kelihatan semakin besar, serta otot betis mengecil.

Waktu didapati di Jakarta, dr. Deasy Erika ikut memberi beberapa panduan simpel untuk menahan osteoarthritis berkembang serta mengganggu kualitas hidup Anda. Tersebut salah satunya.

1. Terus aktif bergerak

Terus bergerak dengan aktif bisa turunkan efek kelebihan berat tubuh. Kelebihan berat tubuh adalah satu diantara unsur pemicu osteoarthritis. Penimbunan lemak di badan akan memberi desakan tambahan pada bantalan sendi, terutamanya yang ada dibagian pinggul serta lutut.

2. Jaga pola hidup sehat

Tidur cukup serta jauhi makanan manis berlebihan. Konsumsi makanan manis berlebihan bisa menyebabkan berlangsungnya diabetes (keadaan kandungan gula darah tinggi), dimana diabetes didapati adalah satu diantara unsur penyebab berlangsungnya osteoarthritis.

Kandungan glukosa yang tinggi bisa merubah peranan chondrocyte (sel pembentuk tulang riskan) serta tingkatkan peradangan yang akan tingkatkan kemunduran serta apoptosis (kematian) sel tulang riskan.

3. Memoleskan obat glukosamin

Waktu rasakan aduan awal berbentuk ngilu sendi. Tidak hanya berperan menurunkan ngilu, glukosamin dapat berperan menolong pembentukan tulang riskan.

Hindari Osteoarthritis Banyak Milenial Diserang Ngilu Sendi

Persoalan sendi terakhir sering berlangsung pada umur produktif. Berdasar data dari RISKESDAS 2018, prevalensi penyakit sendi di Indonesia tertera seputar 7,3 %, hingga osteoarthritis (OA) atau radang sendi, jadi penyakit sendi yang umum berlangsung.

Walau seringkali dihubungkan dengan bertambahnya umur, atau diketahui jadi penyakit degeneratif, penyakit sendi terjadi pada warga di tenggang umur 15-24 tahun (angka prevalensi seputar 1,3 %). Angka prevalensi terus bertambah pada tenggang umur 24-35 tahun (3,1 %), serta tenggang umur 35-44 tahun (6,3 %). Bila ditelaah selanjutnya, tenggang umur itu merujuk pada umur milnial yang produktif.

Seringkali, penyakit sendi, terutamanya osteoarthritis, diadukan jadi satu diantara pemicu tidak langsung berkurangnya produktivitas kerja. Walau seringkali dipandang remeh, penyakit sendi terutamanya osteoartritis, bisa digolongkan jadi satu diantara kendala dalam melakukan aktivitas.

“Penyakit ngilu sendi yang tidak diatasi dengan serius pasti bisa mengganggu kualitas hidup. Searah dengan data yang mengatakan jika osteoarthritis direncanakan bisa menjadi pemicu ketidakberdayaan ke empat di dunia pada tahun 2020,” tutur Evi K. Santoso, Vice President Marketing Consumer Intensive Care Combiphar, di lokasi Kasablanka Jakarta, Kamis 1 Agustus 2019.

Persoalan osteoarthritis makin dekat sama masyarakat umur produktif di Indonesia, sebab Indonesia dikukuhkan jadi negara ke-3 yang paling jelek kesetimbangan di antara kerja serta kehidupan, dengan angka sampai 14,3 % masyarakat umur produktif yang kerja lebih dari 60 jam atau minggu.

Didapati dalam tempat yang sama, dr. Deasy Erika, Sp. KFR, dokter spesialis Kedokteran Fisik serta Rehabilitasi, menerangkan, unsur genetik serta kelebihan berat tubuh, pola hidup tidak sehat, kurang aktif bergerak serta luka, dapat juga jadi faktor-faktor pendorong osteoarthritis pada umur produktif.