Cukai Kantong Plastik Diberlakukan, JPIP Menolak

JARINGAN Pemerhati Industri dan Perdagangan (JPIP) dengan tegas menolak Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) cukai barang kantong plastik. Alasannya, bila regulasi tersebut tetap diberlakukan hanya akan membebani masyarakat selaku pengguna plastik. Selain itu juga dapat menghambat dan membunuh dunia usaha kecil pengumpul limbah plastik, industri recycling plastik dan industri hilirnya yang terkait.

Menurut Lintong lebih lanjut, jika RPP Cukai barang plastik ini tetap dipaksakan untuk diberlakukan tentu akan berdampak terhadap harga jual plastik itu sendiri. Karena dengan adanya ketentuan cukai tersebut otomatis harga jual plastik pun ikut terkerek naik, sehingga pada akhirnya masyarakat selaku pengguna akan terbebani akibat adanya kenaikan harga jual plastik dari industri. Dikatakan Lintong, kantong plastik hingga saat ini masih diperlukan oleh masyarakat sebagai wadah yang paling praktis, gratis dan mudah dipergunakan untuk membungkus dan membawa barang kebutuhan sehari-hari. Sehubungan dengan itu, kata Lintong, JPIP menghimbau kepada pemerintah agar membatalkan RPP Cukai barang kantor plastik tersebut.

Pasalnya, penerapan cukai plastik tersebut tidak bisa dijadikan jaminan terjadinya penurunan permintaan kantong barang plastik yang diigunakan sebagai pembungkus atau wadah dan masyarakat diminta beralih menggunakan bahan pembungkus subsitusi lain. Masyarakat sendiri masih tetap membutuhkan dan menggunakan plas- tik untuk pembungkus atau wadah saat membawa barang. Bila masyarakat diminta melakukan perubahan untuk beralih menggunakan wadah maupun pembungkus lain, tentu mereka akan mempertimbangkannya terkait menyangkut harga, persediaan, kekuatan dan kemudahan dalam penggunaan/wadah pembawa barang yang digunakan konsumen, papar Lintong.

Baca juga : Jasa seo terbaik di semarang

Sedangkan pandangan produsen dan dunia usaha, limbah plastik adalah produk yang memiliki nilai ekonomi tinggi yang dapat memberikan konstribusi cukup signifikan dalam kegiatan ekonomi rakyat (pengumpul/pemulung) hingga industri recycling atau industri daur ulang yang memberikan bahan baku kepada industri hilir, sehingga industri hilir tersebut dapat berdaya saing di pasar global, ujar Lintong. Hal yang sama pun disampaikan Tenaga Ahli JPIP, Lintong Hutahaean. Menurutnya, pengolahan limbah plastik bila dilaksanakan dengan prinsip-prinsip managemen dan tata kelola yang baik, dengan menggunakan prinsip pengolahan limbah dan penerapan managemen logistik dan distribusi sampah plastik yang baik dan benar.

Selain itu juga akan menghasilkan pendapatan yang tinggi bagi masyarakat, yaitu penghasil sampah, pemulung sampah hingga industri daur ulang plastik, karena sampah plastik ini merupakan bahan baku bernilai ekonomis tinggi untuk industri hilirnya. Industri daur ulang adalah pendukung usaha sampah plastik yang terintegrasi dengan industri hilirnya yang memberikan penghasilan kapada masyarakat kecil di Indonesia. Selain itu juga industri daur ulang ini melakukan penyerapan tenaga kerja lebih dari 25 ribu orang dan menghasilkan bahan baku plastik yang dibutuhkan oleh industri hilir yang menghasilkan produk untuk tujuan ekspor, ujar Lintong Hutahaean. Dia menambahkan, daripada diterapkannya RPP cukai kantong plastik yang dinilai tidak akan efektif, lebih baik pemerintah melakukan edukasi tentang bagaimana managemen pengelolaan sampah plastik yang baik dan benar.