Apakah bisnis dropship masih prospektif saat ini ?

Apa itu dropship? Secara singkat, dropship adalah merupakan sebuah metode penjualan di mana kamu dapat menjajakan sesuatu tanpa harus punya atau menyebabkan produknya. Dengan kata lain, kamu menjajakan product orang lain dan dapat mendapatkan ‘upah’ atas jasa yang dikerjakan tersebut.

Bisnis dropship memang minim dapat efek karena kamu tidak harus punya produk. Namun di segi lain, keuntungan yang didapatkan tidak dapat sebesar sang pemilik karena mereka menanggung efek yang lebih besar, semisal, kerugian, kegagalan penjualan hingga yang terburuk mengalami kebangkrutan.

 

Sayangnya, dropshipping tidak bisa dijadikan sebagai bisnis tetap sebab kamu menggantungkan diri terhadap produk orang lain. Apabila produk tersebut berhenti produksi atau bangkrut, kamu tidak akan lagi memiliki produk untuk dijual.

 

Baca juga : cara dropship di shopee

Tips Mencari Produk Dropshipper

Produk apa yang sesuai untuk dijual dengan metode dropship? Apakah dengan ikuti tren yang tengah berkembang bakal membawa dampak usaha yang kamu bikin termasuk bakal maju? Tentunya tidak. Dalam pencarian jati diri mengenai apa itu dropship? Jason Coupon, pemilik The Critter Depot membagikan pengalamannya.

Bagi seorang Jason Coupon mencari product yang tepat untuk dijual secara dropship tidak wajib tergantung dengan usaha apa yang tengah tren. Sebaliknya, Jason mengatakan terkecuali orang-orang seharusnya mencari product berdasarkan dengan kebutuhan pasar selagi ini tapi miliki persaingan yang rendah.

Untuk lakukan hal tersebut, Jason Coupon mengatakan seandainya orang-orang mampu melihatnya lewat kata kunci di Google. Cari sebuah kata kunci usaha yang tengah dicari-cari oleh banyak orang tapi tidak banyak yang bermain di ranah usaha tersebut. Dengan cara itu pula, ia mampu mulai membawa dampak The Critter Depot.

Tak Bisa Bersaing di Marketplace
Apa itu dropship? bisakah mereka beradu di pasar online, layaknya ecommerce dan marketplace? Jawabannya tidak. Bagi para penjaja pihak ketiga, bermain di Tokopedia, Bukalapak hingga Lazada merupakan sebuah kesalahan besar. Sebab disana, tiap tiap penjaja wajib beradu harga semurah barangkali sedang mereka wajib menjual lebih ‘mahal’ supaya mampu meraih keuntungan.

Bagaimana terkecuali seorang dropshipper mencoba menjual product yang niche terpopuler? Hal tersebut selamanya saja tidak membantu. Para pemain di marketplace adalah mereka yang membuat, menjual dan mendistribusikan product mereka sendiri. Dengan begitu, mereka mampu menekan anggaran budget supaya meraih keuntungan yang minim.

 

Lagi pula, obyek penjualan di marketplace itu berlainan dengan pasar offline. Sebab tiap tiap penjaja beradu dengan memberikan harga termurah dengan harapan mampu meraih banyak konsumen. Dengan begitu, keuntungan yang didapatkan tambah besar. Lantas, bagaimana nasib para dropshipper terkecuali tidak dijual lewat marketplace?

Satu-satunya channel yang mampu dimanfaatkan oleh para dropshipper adalah lewat tempat sosial. Namun mereka wajib bersabar karena butuh selagi untuk membesarkannya. Hanya akun-akun berverifikasi saja yang biasanya jadi prioritas para konsumen. Semua orang tentu hanya ingin membeli product di account yang udah populer saja, bukan?

 

Apakah dropship tetap prospektif ?
Setelah mengenal usaha dropshipping dan termasuk cara mencarinya, mari kembali ke pertanyaan awal. Apakah model usaha dropship tetap laku pada th. ini? Jawabannya adalah tergantung dari bagaimana cara kamu mengelola dan mengembangkan model usaha tersebut. Sebab, dropshipping hanya bakal sukses seandainya kamu ikuti tips-tips yang ada di atas.

Selain membawa dampak account di tempat sosial, usaha dropshipp termasuk bakal mampu sukses seandainya kamu miliki relasi-relasi yang berpotensi membesarkan pasar, semisal influencer, selebgram dll. Sebab, mereka bakal dengan ‘baik hati’ mempromosikannya di account mereka yang membawa engagement besar.